Cerita Maradona Remaja Saat Melawan Timnas Indonesia

Diego Maradona (kanan) saat melawan timnas Indonesia di Piala Dunia Remaja 1979. (Sumber: Twitter)
Diego Maradona (kanan) saat melawan timnas Indonesia di Piala Dunia Remaja 1979. (Sumber: Twitter)

Dunia sepak bola tengah berduka. Salah satu legenda sepanjang masa, Diego Maradona, meninggal dunia di usia 60 tahun.

Mega Bintang asal Argentina ini mengalami henti jantung pada Rabu (25/11) waktu setempat. Sebelumnya, ia sempat menjalani beberapa perawatan termasuk operasi pada awal November ini.

Tim dokter pun menemukan bahwa sang legenda mengidap hematoma subdural atau kumpulan darah di permukaan otak, tepatnya di antara dua lapisan pelindung otak, yakni dura mater dan arachnoid.

Dunia memang terpukul atas kepergiannya. Namun Maradona bukan tanpa kenangan. Ia telah menginspirasi banyak anak muda yang punya mimpi untuk bisa sukses seperti dirinya. Tak terkecuali anak-anak muda Indonesia.

Tepatnya Agustus lalu, di tengah sakitnya, Maradona sempat mengunggah cerita menarik saat dirinya masih membela timnas Argentina di Piala Dunia Remaja 1979. Saat itu, Argentina bertemu Indonesia di Jepang.

Lewat akun Facebook miliknya, ia pun bercerita:

“Kemarin, saya melihat Juan Simon dan Sergio Garcia mengingat debut kami di Piala Dunia Remaja di Jepang 1979. Dan saya kurang mengingatnya. Pertandingan pertama melawan Indonesia dan kami menang 5-0. Kami mencetak 4 gol dalam 15 menit, lalu kami lebih nyaman untuk pertandingan berikutnya. Di foto itu ada Juan Barbas, Osvaldito Rinaldi, Tucu Meza, Pichi Escudero, Negro Lanao, "Panelista" Juan Simon dan Ruben Rossi. Ada satu dari mereka yang meminta kaos saya, tetapi saya sudah menjanjikan itu untuk saudara-saudara saya,” kenangnya.

Di Piala Dunia Remaja di Jepang 1979 tersebut, Indonesia memang berada satu grup dengan Argentina, bersama Polandia dan Yugoslavia di Grup B. Maradona sendiri membawa Argentina jadi juara dan ia menjadi pemain terbaik turnamen.

Dalam ceritanya, ia juga mengatakan bahwa setiap bertanding Argentina memang ingin bermain ‘buas’, termasuk melawan Indonesia. Menurutnya, totalitas dan tidak meremehkan harus ada dalam setiap pertandingan. Dan itulah yang membentuk karakter menjadi lebih baik.

Seperti diketahui, selepas jadi bintang di Piala Dunia Remaja 1979, ia membawa Argentina senior menjuarai Piala Dunia sesungguhnya yang digelar di Meksiko 1986. Di perempat final melawan Inggris, ia mencetak gol fenomenal yang kemudian dijuluki gol tangan tuhan. Beberapa bahkan menyebutnya Goal of The Century.

Maradona Effect Tak Hanya di Sepak Bola

Dua tahun lalu, Gol of The Century ternyata tak cuma memberi efek ke dunia sepak bola, tetapi juga dalam bidang ekonomi. Hal ini dikatakan langsung oleh Gubernur bank Sentral Inggris, Sir Mervin King, yang mengaku membuat teori baru yang terinspirasi dari Gol Tangan Tuhan.

Sang Gubernur mengatakan Maradona sebenarnya tidak meliuk-liuk saat menerobos empat pemain Inggris. Maradona hanya berlari dalam garis lurus.

"Bagaimana bisa Anda melewati beberapa pemain saat berlari lurus? Jawabannya adalah, pemain Inggris bereaksi seakan menebak apa yang akan dilakukan Maradona. Pemain Inggris mengira Maradona akan bergerak ke kiri dan ke kanan, dan karena persepsi itu Maradona bisa berlari lurus," kata Sir Marvin, seperti dikutip dari Financial Times.

Aksi Maradona tersebut ternyata diyakini Mervin sebagai sebuah teori menarik dalam menghadapi pasar. Menurutnya, pasar harus dibuat mengira kita akan bermanuver ke kanan atau ke kiri. Nantinya pasar akan bereaksi dan mengira ada perubahan, padahal yang dilakukan adalah sama saja. Inilah yang kemudian dinamakan Efek Maradona (Maradona Effect). Cerdik juga ya?

Begitulah Maradona memengaruhi banyak orang di dunia. Sosoknya mungkin pernah mengundang kontroversi, tapi semangat, totalitas, dan nasionalismenya bisa kita jadikan panutan.

Nah, sudahkah kamu punya tiga kepribadian Maradona tersebut? Mulai yuk dengan semangat menghadapi tantangan, totalitas dalam bekerja dan berbisnis, serta memupuk nasionalisme mulai dari bangga memakai produk lokal.

Terima kasih, Maradona. Selamat jalan Legenda!

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.