Dari Cuma Penghasilan Sampingan Jadi Penghasilan Gila-Gilaan

Co-founder and CEO Odysen Barbershop, Hendi Yusup
Co-founder and CEO Odysen Barbershop, Hendi Yusup

Percayakah kamu kalau peluang jadi kaya itu bisa datang dari mana saja? Kalau ragu, kamu bisa belajar dari Co-founder dan CEO Odysen Barbershop, Hendi Yusup.

Dulu ia memulai bisnisnya dari iseng-iseng berhadiah. Ketika itu, ia masih bekerja di salah satu perusahaan swasta. Sadar bahwa gajinya segitu-segitu saja, ia pun memutuskan untuk mencari penghasilan tambahan.

Sudah sejak kuliah, passion-nya memang berbisnis. Ia pernah jual beli handphone bekas. Ia malah berhasil membeli mobil pertamanya dari hasil penjualan handphone bekas tersebut.

Berlanjut setelah lulus kuliah, berbisnis sebenarnya sudah jadi mimpinya. Hanya saja modal sempat jadi kendala baginya.

Namun Hendi terus menabung. Ia mengumpulkan sedikit demi sedikit uangnya hingga terkumpul beberapa juta.

Kemudian bersama rekannya, Sena, kemudian menyatukan mimpi untuk membuka bisnis barbershop. Pilihan barbershop sendiri bukan sembarangan. Menurutnya, semua rambut orang pasti bertambah panjang.

"Jadi semua orang pasti akan potong rambut, kan?"

Tak disangka, ide bisnisnya yang ia tuangkan dalam sebuah thread di kaskus mengundang investor pertamanya. Tak lama, Odysen pertama didirikan.

Langsung laris, Hendi dan Sena kembali menawarkan kemitraan dengan investor lain. Benar saja, cabang barbershop berikutnya berdiri.

Kini, sudah 38 cabang yang mereka miliki bersama investor. Semua tersebar di Jawa, Bali, dan Kalimantan.

Meski terlihat menjanjikan, Hendi tak menampik kalau pernah berada dalam masa-masa sulit. Ia bahkan sempat ingin mundur ketika barbershop-nya sepi pengunjung. Namun ia mengaku teringat pada semua karyawan-karyawannya.

"Mereka semua datang dari dengan harapan dan mimpi. Kalau saya berhenti sampai di sini, bagaimana nasib mereka nanti? Dari situlah semangat saya kembali muncul. Dengan modal kejujuran dengan investor, buah dari kesabaran akhirnya datang," katanya.

Ya, dengan perombakan pada promosi di media sosial dan perubahan model bisnis, Odysen Barbershop bak roket yang mengangkasa. Lajunya kencang hingga cabang ke-38.

Hendi pun kini bisa melebarkan sayap bisnisnya hingga ke bisnis kos-kosan dan tambak udang. Sesuatu yang menginspirasi untuk seorang anak muda berusia 31 tahun.

Sekali lagi, langkah Hendi sekaligus menjadi bukti bahwa peluang sebenarnya bisa datang dari mana saja. Kuncinya? Tekun, jujur, dan pantang menyerah.

Penasaran seperti apa sih bisnis barbershop yang terlihat menjanjikan itu? Yuk simak video di bawah ini.

Prospek Cuan Bisnis Barbershop