Dari 'Passion' di Gaming Hingga Sukses Bangun Bisnis

Executive Director UniPin Ashadi Ang
Executive Director UniPin Ashadi Ang

Sudah banyak pengusaha sukses di Indonesia maupun dunia mengatakan bahwa salah satu kunci membangun bisnis yang sukses adalah mengawalinya dari apa yang menjadi minat (passion). Hal tersebut nampaknya benar adanya.

Ashadi Ang menjadi bukti bahwa dengan mengikuti apa yang menjadi minatnya, ia berhasil mendirikan perusahaannya sendiri, PT Dua Puluh Empat Jam Online (UniPin). "Nama UniPin sendiri berarti, satu voucher untuk semua game," ungkap Pendiri dan Executive Director UniPin itu.

Menurut pria 37 tahun itu, alasan mengapa ia terjun di bisnis ini adalah, karena ia ingin membangun bisnis untuk jangka panjang dan gaming adalah hal yang menjadi minatnya.

"Saya ingin punya bisnis untuk jangka panjang, itu artinya bisnis ritel. Kemudian saya melihat gaming sedang tumbuh dan ada peluang di sisi pembayaran (payment)," terangnya.

Dari kacamata Ashadi, saat ia merintis dan mendirikan UniPin sekitar 2009, ia melihat bahwa banyak gamer yang ingin membeli voucher harus membelinya di warung internet (warnet).

"Jadi, untuk game A harus beli voucher A, game B harus pakai voucher B. Dari kondisi itu kita punya mimpi agar pengguna bisa membeli satu voucher yang bisa dipakai di semua game. Dari itu, kita mulai pelajari konsep bisnis ini," terangnya pada Smart-Money.

Proses pengembangan dan ujicoba sistem dan lain sebagainya butuh waktu yang tidak sebentar. Ashadi mengaku, ia butuh sekitar dua tahun hingga akhirnya UniPin bisa benar-benar beroperasi pada 2011.

"Saat ini, saya punya target terjadi 1 juta transaksi per bulan," katanya.

Pasar Mobile Game Jadi Pasar Terbesar

Menurut data dari eMarketer, jumlah pengguna ponsel pintar di Indonesia pada tahun lalu mencapai 86,6 juta pengguna. Sementara, di tahun ini diperkirakan akan bertambah menjadi 103 juta pengguna.

Tren mobile game yang terus naik daun di kalangan anak muda menjadi pendorong pesatnya pertumbuhan bisnis voucher game di Indonesia. Bukan tanpa alasan, Ashadi pun mengakui bahwa setengah omzet bisnisnya berasal dari penjualan voucher mobile game.

"Mobile game mengalami gejolak peningkatan sejak akhir 2016. Saat ini, porsi (penjualan voucher mobile game) sudah di atas 50%. Sedangkan gift card (Google Play, iTunes dan PSN) mencapai 30% dan 20% PC," ungkapnya.

Setelah sukses melalui bisnis voucher yang ia geluti, Ashadi juga memiliki cita-cita mulia bagi Indonesia. Ia ingin menjadikan Indonesia sebagai eSport hub di Asia Tenggara.

"Melalui ini, saya ingin menumbuhkan minat orang bermain game. Melalui eSport ini saya ingin memberitahu bahwa dari bermain game juga bisa menghasilkan sesuatu," pungkasnya.

Lebih lengkap, simak video wawancara Smart-Money bersama Ashadi Ang berikut.