Jalan Berliku Bos BCA Capai Puncak Karier (1)

Jalan Berliku Bos BCA Capai Puncak Karier (1)
Jalan Berliku Bos BCA Capai Puncak Karier (1)

Terdapat dua pilihan bagi mereka yang sudah menyelesaikan kuliah, mendirikan usaha sendiri atau merintis karier. Keduanya sama-sama butuh modal. Ilmu pengetahuan saja kini tidak cukup untuk menjadi modal masuk dunia kerja.

Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis bilang, selain kemampuan akademik, lulusan baru diharapkan juga sudah memiliki bekal pengalaman. "Salah satu cara mengisi kekosongan pengalaman ini adalah dengan belajar dari pengalaman orang lain," katanya.

Hal tersebut disampaikan oleh Anis saat acara Penyerahan Beasiswa Bakti BCA dan Career Talk dengan Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok (1/10).

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengamini. Bekal akademik saja tidaklah cukup, maka dibutuhkan pengalaman. "Pengetahuan mengenai dunia kerja tidak ada dalam buku teks namun bisa dipelajari dari pengalaman orang," katanya.

Karenanya, Jahja yang merupakan lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia angkatan 1975 itu berkisah mengenai pengalamannya ketika mulai merintis karier hingga mencapai posisi puncak sebagai Presiden Direktur BCA.

"Begitu lulus pendidikan tinggi, ambil kesempatan kerja di perusahaan yang bisa memberi banyak pelajaran dan pengalaman. Ini adalah masa investasi. Nomor duakan soal gaji," katanya.

Jahja sendiri memilih fakultas ekonomi karena menjadi pilihan terakhirnya selepas lulus kuliah. Sebab, kala lulus SMA, Jahja dihadapkan pada kondisi keuangan keluarga yang serba terbatas, jadi ia harus memilih fakultas yang masih bisa masuk anggaran keluarganya.

"Saya pilih kedokteran gigi, ditolak ayah karena mahal, begitu pula teknik. Akhirnya, setelah berhitung, ekonomi paling masuk akal, padahal saya tak pernah terpikir masuk ekonomi," ungkapnya.

Namun, Jahja mengakui bahwa sebagai lulusan ilmu pengetahuan alam memberinya kemudahan dalam menghadapi jurusan akuntansi yang ia pilih karena semua logikanya menjadi lebih mudah.

Begitu lulus, Jahja langsung masuk perusahaan akuntan. "Gajinya tak seberapa, tapi pengalaman di sana begitu kaya. Saya audit banyak perusahaan dari berbagai industri. Ini memperkaya pengetahuan saya soal banyak industri. Ini masa investasi saya," katanya.

Berlanjut ke bagian kedua.