Jalan Berliku Bos BCA Capai Puncak Karier (2)

Jalan Berliku Bos BCA Capai Puncak Karier (2)
Jalan Berliku Bos BCA Capai Puncak Karier (2)

Bagi Jahja, masa baru lulus tak perlu muluk dengan cita-cita pekerjaan dengan penghasilan besar, melainkan ajang mencari tempat menimba ilmu. Merasa cukup bekerja di perusahaan tersebut, Jahja berhenti dan mencari peluang baru.

Di masa ini, Jahja mengisi waktu kosong dengan menyewakan betamax film. Namun, suatu hari, salah seorang pelanggan Jahja yang ternyata adalah seorang direktur di Kalbe Farma, dan berasal dari satu almamater, menawarinya pekerjaan.

Jahja pun menerima kesempatan menjadi asisten manajer yang ditawarkan oleh direktur di Kalbe Farma tersebut.

"Saya mengalami pengalaman menarik. Loncatan karier saya di Kalbe Farma cukup cepat dalam delapan tahun. Di saat bersamaan, banyak masuk tawaran dari berbagai perusahaan. Karena kurang cocok, akhirnya saya tetap tinggal (di Kalbe)," ungkap Jahja.

Alasan bertahan ini sederhana, Jahja masih menimbang prospek ke depan yang ada. Ia mengakui, banyak peluang yang menawarkan banyak keuntungan, seperti gaji besar dan jabatan tinggi, namun belum tentu sesuai prospek ke depan yang ingin ia tuju.

"Pelajarannya, kalau ada tawaran jangan hanya melihat keuntungan yang ditawarkan, lihat pula prospek ke depannya seperti apa," kata Jahja yang sudah mencapai posisi Direktur Keuangan Kalbe di usia 33 tahun itu.

Setelah mencapai posisi di jajaran direksi dan bekerja bertahun-tahun di Kalbe, roda nasib kembali berputar dan membawa Jahja pindah ke Indomobil dengan posisi yang sama, yakni Direktur Keuangan Indomobil.

Di perusahaan ini pula, Jahja sudah mulai melakukan perhitungan untuk prospek peningkatan kariernya. Ia sadar, bila terus bekerja di industri itu, ia tak akan bisa naik ke jenjang lebih tinggi karena latarnya bukan berasal dari dunia otomotif.

Bagai gayung bersambut, kesempatan pun datang dari salah satu pemilik perusahaan. Namun, tawaran yang diberikan ini membuat Jahja turun jabatan sebagai wakil kepala divisi di PT Bank Central Asia Tbk.

Meski mengalami penurunan, namun prospek ini sangat menjanjikan. "Akhirnya saya ambil kesempatan itu. Meski sempat ada konflik, akhirnya saya tetap dipindah ke BCA. Memang ini jadi pergumulan, tapi akhirnya saya coba," kenangnya.

Ketika sudah pindah ke BCA pun, Jahja sempat dijanjikan akan mendapat promosi dalam setahun. Namun, kenyataannya berlawanan.

"Hingga tahun ketiga, promosi itu tak kunjung datang. Akhirnya, saya tetap kerja semaksimal mungkin, saya tunjukkan kemampuan saya, dan kabar baik pun akhirnya datang juga," kata Jahja.

Jahja akhirnya menjadi Direktur BCA pada 1999 dan ditunjuk sebagai Presiden Direktur BCA pada 2011. "Pelajarannya, jangan kita cepat pupus asa. Tunjukkan performa, prestasi, kerja sama yang baik, dan tidak menolak pekerjaan," pungkas Jahja dengan resep suksesnya.