Kantor Jeff Bezos Dulu Jeleknya Minta Ampun

Kantor Amazon di Sillicon Valley, Amerika Serikat.
Kantor Amazon di Sillicon Valley, Amerika Serikat.

Siapa yang bakal membayangkan bila 20 tahun lalu, Amazon berkantor di jalan yang sama dengan toko film porno. Kantor pusat Amazon saat itu juga bisa dikatakan bukan kantor yang bonafit.

Saat itu, ruangan Jeff Bezos, pendiri sekaligus CEO Amazon, benar-benar jauh dari gambaran kantor perusahaan yang bakal merajai pasar ekonomi digital. Suasananya tidak mencerminkan ruangan bos e-commerce.

Karpet ruangan sangat jelek dan meja kerja Bezos dibuat dari pintu. Istrinya dulu, MacKenzie, pun sempat mengeluh karena harus turut membantunya di kantor yang hampir bernama Cadabra itu.

"Mejanya Bezos dan meja dua orang lain yang ada di kantor itu, dibuat dari pintu yang dipasang menggunakan 4 x 4 kaki kayu, dan pelat besi berbentuk segitiga," ujar mantan CEO Netflix Marc Randolph, seperti dilansir Business Insider. "Lalu saya menyadari kalau semua meja yang ada di kantor itu ternyata sama."

Gambaran serupa disampaikan karyawan Amazon yang ke-5, Nico Lovejoy. Ia mengungkapkan kalau dulu Bezos memilih membuat meja dari pintu tidak tanpa alasan.

Saat itu, awalnya kantor Amazon berlokasi di seberang dari salah satu peritel perlengkapan rumah besar di Amerika Serikat, Home Depot. Kemudian saat ia dan Bezos mencari meja di sana, mereka melihat sebuah pintu yang harganya jauh lebih murah ketimbang meja.

"Ia (Bezos) memutuskan beli pintu dan memasang kaki (untuk dijadikan meja)," ujarnya.

Sebenarnya, Amazon bisa saja beli meja seperti perkantoran pada umumnya. Tapi menurut Randolph, Bezos pernah menjelaskan filosofinya terkait penggunaan meja murah itu.

"Ini adalah cara untuk menunjukkan kalau kami hanya mengeluarkan uang untuk hal yang berdampak pada konsumen, bukan hal yang tak berdampak (pada konsumen)," ujar Bezos kepada Randolph kala itu.

Kini, Amazon telah menjelma salah satu toko modern di dunia dengan markas bertema hutan berpadu teknologi. Perusahaan yang dibangun sejak 1994 ini menjadi salah satu perusahaan raksasa di dunia.

Valuasinya mencapai US$1 triliun. Sang bos sendiri menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$115,9 miliar.

Lalu sebenarnya, apa sih rahasia Jeff Bezos bisa begitu sukses di dunia bisnis hanya dalam waktu 20 tahun?

Dikutip dari CNBC Make It, pendiri Amazon ini menceritakan kunci sukses ia bisa menjadi orang terkaya di dunia. Ia bilang, kunci utama sukses dalam berbisnis adalah keberanian. Tanpa keberanian, kamu enggak akan memulai bisnis, meski punya ribuan ide bisnis menarik.

Pada 1994, Bezos berani keluar dari zona nyaman dan mulai membangun bisnis. Padahal, saat itu ia menduduki jabatan strategis di perusahaan keuangan D.E. Shaw, yakni senior vice president. Di perusahaan itu, Bezos juga sudah menjadi jutawan. Kekayaannya mencapai US$9-10 miliar.

Tekad untuk berbisnis sudah bulat. Jeff Bezos pun berani keluar dan membangun perusahaan dari nol. Ia bahkan sempat dikritik oleh bosnya karena rela keluar kerja demi membuat perusahaan penjualan buku online.

“Ide itu cukup bagus, tapi ide toko buku online hanya cocok untuk orang yang belum punya pekerjaan,” kata Jeff Bezos mengenang kritikan bosnya.

Keberanian Jeff Bezos berbuah manis. Bos Amazon itu melengkapi keberaniannya dengan pemikiran visioner, ulet, dan fleksibel menghadapi perubahan zaman. Hasilnya, Amazon pun jadi raksasa perusahaan digital dan Bezos jadi orang terkaya di dunia.

Nah, kamu bisa mengikuti jejak inspiratif dari Jeff Bezos dalam memulai bisnis. Kuncinya, kamu harus berani untuk memulai bisnis. Jangan takut mengambil risiko. Bisnis besar takkan berdiri tanpa keberanian dalam memulai.

Seperti ada pepatah Jerman yang berbunyi Es ist noch kein Meister vom Himmel gefallen (tidak ada maestro yang turun dari langit). Artinya, semua orang perlu mulai mendaki dari bawah, tak ada yang bisa langsung di posisi atas.