Kembangkan Vaksin COVID-19, Zhong Shanshan Orang Terkaya Baru di Asia

Zhong Shanshan (Sumber: China Daily)
Zhong Shanshan (Sumber: China Daily)

Dari jualan air minum saja, dia sudah jadi orang kaya. Apalagi memiliki perusahaan farmasi yang mengembangkan vaksin COVID-19. Inilah kisah Zhong Shansan, orang terkaya baru di Asia.

Buat kamu yang baru mendengar namanya, ia adalah pemilik Nongfu Spring, perusahaan air minum terbesar di China. Ia juga pemilik perusahaan farmasi bernama Beijing Wantai Biological, yang sebagian besar sahamnya ia beli dua dekade lalu.

Di masa pandemi, kekayaannya terus meningkat hingga akhirnya berhasil merebut tahta sebagai orang terkaya di China, bahkan Asia. Forbes menulis kekayaan Zhong bahkan mencapai USD78 miliar, atau USD20 miliar lebih banyak dari Jack Ma.

Hal itu mulai terjadi ketika Nongfu Spring melantai di bursa saham untuk pertama kalinya. Pada saat itu, saham Nongfu Spring ditawarkan senilai HK$21.50 Kini, harga sahamnya telah melejit hingga HK$5490.

Nah, Zhong memiliki lebih dari 84 persen saham Nongfu Spring. Jadi wajar saja kalau pengusaha berusia 66 tahun ini langsung melampaui miliarder lain seperti Jack Ma dan bos Tencent Ma Huateng.

Lahir dari Keluarga Miskin

(Sumber: AP Photo)

Jika kamu menyangka bahwa Zhong terlahir di keluarga yang serba ada, maka kamu salah besar. Ia lahir pada 1954 dari keluarga yang sederhana di Kota Tenggara Hangzhou.

Perjalanan hidupnya tak semulus yang orang bayangkan. Ketika berusia 12 tahun, Zhong terpaksa berhenti sekolah karena Revolusi Kebudayaan negara yang terjadi di China dari 1966 sampai 1976. Kedua orang tuanya dan sejumlah penduduk lain juga menjadi korban revolusi tersebut.

Tak pantang menyerah, Zhong memutuskan untuk bekerja di bidang konstruksi selama beberapa tahun. Hingga di tahun 1977, ia berhasil masuk Universitas Radio & TV Zhejiang.

Pernah Jadi Jurnalis

(Sumber: Features)

Usai menyelesaikan pendidikannya, Zhong melanjutkan karier sebagai jurnalis yang bekerja untuk surat kabar harian Zhejiang Daily. Di sana ia membangun relasi dan belajar cara menyampaikan informasi. Barulah tahun 1988, ia memutuskan meninggalkan dunia jurnalis dan mulai terjun ke dunia bisnis.

Perjalanan bisnis Zhong dimulai ketika menjadi distributor makanan dan minuman ringan di Hainan. Pada tahun 1993, ia memutuskan mendirikan Yangshengtang, sebuah brand produk kesehatan.

Kemudian, pada September tahun 1996, pria berusia 66 tahun ini mendirikan Nongfu Spring, yang kini menjadi perusahaan minuman terbesar di China.

Nah, barulah pada April lalu, Zhong melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) saham perusahaan farmasi Beijing Wantai Biological di Bursa Saham China. Beberapa bulan kemudian, giliran Nongfu Spring yang masuk di bursa saham Hong Kong.

Sejak penawaran umum perdana tersebut, saham Nongfu Spring melejit di lantai bursa Hong Kong hingga 155%. Sedangkan saham Beijing Wantai Biological melonjak 2.000% dan perusahaan inilah yang menjadi salah satu pengembang vaksin COVID-19.

Kesuksesan Zhong sekarang memang tak lepas dari kejeliannya memanfaatkan peluang. Dari sini kita bisa memetik pelajaran bahwa jangan pernah menyia-nyiakan peluang. Sebab bisa jadi salah satu peluang tersebut dapat menghasilkan cuan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.