Kenalan dengan Pinduoduo, e-Commerce Unik Milik Colin Huang

Ilustrasi Pinduoduo salip Alibaba
Ilustrasi Pinduoduo salip Alibaba

Jika membahas peta kekuatan e-commerce di Tiongkok, nama Alibaba dan JD.com tentu saja ada dipikiran banyak orang. Kedua perusahaan besar itu memang sudah cukup lama mendominasi bisnis e-commerce di Negeri Tirai Bambu.

Namun, baru-baru ini keduanya telah menemukan pesaing berat. Berbekal solusi yang tepat untuk target pasarnya, perlahan tapi pasti Pinduoduo mulai masuk bursa persaingan dengan dua perusahaan yang sudah lebih mapan terlebih dulu.

Seperti dikutip dari Techcrunch, Pinduoduo merupakan platform e-commerce sosial yang berbasis di Shanghai, Tiongkok. Baru-baru ini, Pinduoduo telah mengantarkan Colin Huang menjadi orang terkaya nomor dua di Tiongkok dan menggusur Jack Ma.

Pinduduo didirikan pada September 2015 dan merupakan startup keempat yang dibentuk oleh Huang. Sebelum mendirikan perusahaannya sendiri, ia merupakan mantan karyawan Google yang membuat algoritma pencarian awal untuk kategori e-commerce.

Ketika melakukan penawaran perdana di lantai bursa AS pada Juli 2018, Pinduoduo berhasil mengumpulkan USD1,6 miliar yang menjadikannya salah satu transaksi terbesar pada tahun tersebut.

Sedangkan pada akhir Maret 2020, perusahaan milik Huang berhasil mengumpulkan USD 1.1 miliar dalam penempatan saham swasta yang memungkinkan mereka untuk melakukan ekspansi.

Kesuksesan Pinduoduo dan Huang mendulang decak kagum dari banyak orang. Pasalnya, dalam waktu yang tergolong singkat dan di usianya yang masih muda (40 tahun), ia telah berhasil mengubah peta persaingan e-commerce di Tiongkok.

Apa yang membedakan Pinduoduo dengan pesaingnya?

Colin Huang (Sumber: Fortune)

Sama seperti Taobao milik Alibaba dan JD.com, Pinduoduo merupakan platform e-commerce yang menawarkan produk yang sangat beragam, mulai dari kebutuhan sehari-hari, elektronik, hingga peralatan rumah tangga.

Namun, Pinduoduo memiliki strategi tersendiri untuk merebut hati pengguna internet di Tiongkok. Startup tersebut mengintegrasikan komponen sosial ke dalam proses belanja online pada umumnya. Pinduoduo menyebutnya sebagai 'pembelian berkelompok'.

Dengan membagikan info produk dari Pinduoduo ke jejaring sosial seperti WeChat dan QQ, pengguna dapat mengundang teman untuk membentuk pembelian berkelompok agar harga barang yang dibeli lebih murah.

Mekanisme tersebut membuat pengguna terlibat secara interaktif dan merasakan pengalaman belanja online yang berbeda, sehingga para pelanggan merasa "kecanduan" dengan metode tersebut.

Ditambah dengan berbagai promo menarik seperti kupon belanja, undian, dan produk gratis, Pinduoduo berhasil mendapatkan banyak pengguna baru dan menjadi sensasi di Tiongkok. Menurut Statista, pada kuartal pertama 2020 ini Pinduoduo memiliki 487,4 juta pengguna aktif setiap bulannya. Banyak banget ya?

Kalau kamu mau punya bisnis sesukses Pinduoduo, tentunya kamu harus pintar dalam mengelola keuangan bisnismu. Untuk mempermudah pengelolaannya, kamu bisa menggunakan layanan KlikBCA Bisnis.

Dengan layanan ini, semua kebutuhan finansial bisnismu, mulai dari pengecekan saldo, rekening koran, pembayaran tagihan, multi auto-transfer, hingga bayar e-billing pajak bisa terkelola dengan baik.

Cari tahu lebih lanjut tentang KlikBCA Bisnis di sini.