Kisah Inspirasi Ira Susana, Penerjemah Beken dengan Segudang Pengalaman Keren

Ira Susana (Sumber: LinkedIn)
Ira Susana (Sumber: LinkedIn)

Ia pernah berhadapan dengan Hotman Paris. Ia juga pernah ngobrol lepas dengan John Kerry. Ia pun terlibat dalam ajang Asian Games 2018. Inilah kisah inspirasi Ira Susana, penerjemah dengan segudang pengalaman keren yang patut kamu ketahui.

Sekilas Ira Susana seperti pribadi yang biasa-biasa saja. Ia adalah ibu dari tiga orang anak. Sesekali menghabiskan waktu bersama keluarga, kadang juga memanjakan diri dengan pergi ke salon.

Yang membuatnya spesial, Ira juga memanfaatkan waktu senggang untuk hal-hal produktif. Misalnya menghadiri lokakarya, ikut pelatihan untuk menambah keterampilan profesional, membaca buku, menonton film, dan lain-lain.

Ira juga aktif dalam kegiatan amal, membantu orang-orang yang memerlukan, terutama mereka yang terdampak bencana alam. Untuk memenuhi kebutuhan sosialnya ia juga bergabung dengan kelompok yang bernama Komunitas Penerjemah Satu Hati (KPSH).

Namun sebelum sesukses sekarang, Ira juga merintis karier dari nol. Hebatnya, ia mengajar bahasa sejak SMA, tepatnya mengajar bahasa Inggris pada 1994, dan mengajar bahasa Indonesia untuk orang asing pada 1997.

Di sela waktu, Ira menerima pekerjaan sampingan yang didapatkan dari para orangtua murid. Jadi ia memang sudah terbiasa menerjemahkan dokumen-dokumen penting perusahaan sejak muda. Hingga akhirnya, Ira memperoleh sertifikasi sebagai penerjemah hukum dari LB UI di tahun 2008 dan bekerja sebagai penerjemah hukum di salah satu firma.

Hotman Paris, John Kerry, dan Asian Games

Suatu waktu, saat Ira menjadi penerjemah pengadilan di Jakarta, ia berhadapan dengan Hotman Paris, yang sudah jadi seorang pengacara senior terkenal. Berada di dalam ruang pengadilan yang menegangkan dan duduk di sebelah penggugat, Ira gugup bukan main. Namun ia berhasil melewatinya dengan baik.

Dari situ, kariernya terus naik sampai ia menjadi juru bahasa untuk organisasi lingkungan nirlaba di Brunei tahun 2013. Saat itu, ia bertemu dengan John Kerry, Menteri Luar Negeri AS. Sekali lagi, ia pun berhasil mengatasi rasa gugupnya.

Lalu ketika ditugaskan sebagai Koordinator Juru Bahasa dan juru bahasa Inggris untuk Asian Para Games Indonesia 2018, Ira sudah jauh lebih tenang dan nyaman. Ia menikmati tantangan demi tantangan yang membuatnya sehebat sekarang.

Tantangan Besar, Peluang Besar

Namun Ira tak pernah bilang kalau menjadi penerjemah itu mudah. Menurutnya, tantangan terbesar justru bukan dengan siapa ia berhadapan, tapi ketika ia menghadapi teks sumber dalam bahasa Indonesia yang tidak ditulis dengan tata bahasa yang baik.

Sebab ia jadi harus membaca teks sumber berulang kali dan mencoba memahami makna sesungguhnya. Bahkan tak jarang ia harus melakukan riset di internet terkait dengan topik tersebut demi menemukan makna yang paling mirip.

Terlepas dari itu, Ira menegaskan penerjemah saat ini tidak kalah beken dengan profesi dokter, pilot, dan lain-lain. Peluang pekerjaan penerjemah sangat menjanjikan. Kebutuhan dan pangsa pasarnya kian tinggi. Pelokalan situs web dari luar makin banyak, agensi-agensi penerjemahan menjamur, dan asyiknya, kata Ira, kesempatan mengunjungi kota atau negara lain bisa kamu dapatkan.

Untuk kamu yang ingin menjadi penerjemah, Ira berpesan untuk terus belajar meningkatkan kemampuan dan keterampilan. Perbanyaklah mengikuti lokakarya, pelatihan, atau seminar.

Masuki jejaring daring dan luring yang tepat. Bergabunglah dengan asosiasi profesi seperti Himpunan Penerjemah Indonesia, International Federation of Translators, dan platform profesional lainnya seperti ProZ, Translators Cafe, Translation Directory, LinkedIn, dan lain-lain.

Dengan belajar, apa yang kamu mimpikan akan didapatkan. Sebab usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Suka dengan artikel seperti ini? Simak artikel inspirasi lainnya di tautan ini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.