Kisah Li Xinze, Remaja Penerus Jack Ma

Li Xinze (Foto: Miopai)
Li Xinze (Foto: Miopai)

Pada 2017, nama Li Xinze ramai menghiasi platform media di China karena dinobatkan sebagai CEO pertama yang lahir setelah tahun 2000.

Saat itu umur Li baru 17 tahun dan sudah menjalankan perusahaannya sendiri yang bernama Chongcai Technology. Bahkan, oleh teman-temannya Li dijuluki sebagai penerus kesuksesan Jack Ma di masa depan.

Melansir MSN, Li juga pernah membuat heboh media atas pernyataan kontroversial yang ditujukan kepada para pengusaha senior di China. Tak heran pernyataan tersebut mendapatkan sorotan tajam dari para pengusaha senior karena dianggap tidak sopan.

"Pengusaha senior berusia 30-an dan 40-an kebanyakan tidak mengerti bagaimana cara kerja internet," tulisnya di akun Weibo.

Meski begitu, ada juga yang setuju dengan pernyataan Li tersebut, salah satunya adalah CEO Xiaomi Lei Jun. Ia pun secara khusus meminta anak-anak muda seperti Li untuk bekerja keras dan mengejar mimpinya menjadi pengusaha sukses.

"Sebagai entrepreneur tua, saya secara pribadi merasakan tekanan berat. Masa depan dunia semestinya menjadi milik generasi pasca 2000. Come on!," tulis Lei pada saat itu.

Latar Belakang Li Xinze

Li lahir pada tahun 2000 di Luoyang, Provinsi Henan. Sejak kecil ia merupakan seorang programmer yang belajar secara otodidak. Ia membuat situs gaming pertamanya saat berusia 10 tahun dan tiga tahun kemudian ia membuat modul gaming-nya.

Bakatnya sejak muda memang sudah terlihat. Pada usia 15 tahun ia menerima sertifikat emas dari Microsoft Virtual Academy. Li kemudian terus belajar dan mengembangkan bakatnya hingga menerima banyak penghargaan dari Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Di tahun 2015, Li mendirikan Chongcai Technology dengan seorang temannya. Perusahaan tersebut bergerak di bidang teknologi dan membuat produk-produk internet of things, game simulasi, hingga teknologi pertanian. Dua bulan setelahnya, Li diangkat sebagai CEO di perusahaan tersebut.

Berkat predikatnya sebagai CEO muda pertama yang lahir di tahun 2000 dan berkat komentar kontroversialnya, Li mendapatkan banyak eksposur dari media dengan mendapat undangan sebagai pembicara, mengisi acara TV, dan wawancara.

Namanya yang cukup populer akhirnya berhasil mengundang investor dan menjadikan Chongcai Technology sebagai perusahaan pertama pasca 2000 yang menerima angel investment senilai USD 450 ribu.

Sedangkan pada Juni tahun ini, Chongcai Technology telah mengumumkan rencananya untuk mencari pendanaan dari investor sebesar USD 1.8 juta, lho. Bisakah Li Xinze mengikuti jejak kesuksesan Jack Ma dengan Alibaba seperti prediksi banyak orang?

Jawabannya mungkin belum bisa diprediksi sekarang ya. Tapi setidaknya Li telah memberi pelajaran yang sangat berharga, yaitu jangan takut untuk mewujudkan mimpi sejak muda. Intinya segera bertindak dan jangan menunda-nunda lagi.

Sama seperti kamu para pengusaha muda yang baru merintis bisnis, jangan ragu untuk membuat rencana bisnis dengan target yang jelas.

Selalu kelola keuangan bisnis dengan baik sejak awal bisnis dirintis, karena faktanya banyak bisnis yang gagal akibat salah dalam pengelolaan keuangannya, lho.

Ingin pengelolaan keuangan jadi lebih mudah? Manfaatkan layanan yang dapat memudahkan pengelolaan keuangan seperti KlikBCA Bisnis.

Dengan fitur-fiturnya yang lengkap, KlikBCA Bisnis menjadi layanan keuangan bisnis yang sudah dipercaya banyak pengusaha sukses. Penasaran?

Yuk, cari tahu tentang layanan dan fitur KlikBCA Bisnis di sini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.