Kronologi Colin Huang Menyalip Jack Ma Jadi Orang Terkaya Kedua di China

Colin Huang (Sumber: Instagram @Tekbizmagazine)
Colin Huang (Sumber: Instagram @Tekbizmagazine)

Kisah fenomenal Jack Ma memang tak pernah surut dibicarakan orang. Namun khusus tahun ini, orang tak lagi membicarakan Pendiri Alibaba itu sebagai orang terkaya nomor satu di China. Sebab secara berturut, posisinya sudah digeser oleh dua orang.

Pertama adalah Ma Huateng, Bos Tencent yang sekarang jadi orang paling kaya nomor satu di China. Tak lama kemudian, giliran Colin Huang, Pendiri Pinduoduo yang memaksa Jack Ma turun lagi ke posisi ketiga.

Untuk cerita Ma Huateng, kami pernah mengulasnya di sini. Silakan diklik.

Sekarang, giliran Colin Huang yang bakal kita kupas. Siapa dia? Bagaimana kronologi Huang menyalip Jack Ma?

Simak yuk.

Gara-gara Matematika

(Sumber: Forbes)

Waktu itu ia masih setingkat SMA. Colin Huang sudah dikenal sebagai jagoan matematika. Ia pun sampai mewakili sekolahnya ikut Olimpiade Matematika—dan berhasil.

Gurunya salut bukan main. Huang lalu diminta ikut tes Sekolah Bahasa Asing Hangzhou. Menurut gurunya, murid seperti Huang harus mendapat pendidikan yang layak. Benar saja, di usia 18 tahun, Huang ambil kuliah Ilmu Komputer di Universitas Zhejiang.

Kuliah di AS

(Sumber: Fortune)

Punya bekal kemampuan bahasa asing, Huang berkesempatan melanjutkan pendidikan ke Winconsin-Madison University, Amerika Serikat. Dari situlah “belajar jadi orang kaya”. Untuk istilah ini kita jelaskan di cerita selanjutnya ya.

Mulai Kerja

Awal kariernya sungguh apik. Setelah meraih gelar Master Ilmu Komputer pada 2004, ia langsung melamar kerja di Google sebagai tukang perangkat lunak.

Karena pernah magang juga di Microsoft, pengalamannya sangat berguna di sana. Tak butuh lama baginya untuk mencapai posisi manajer proyek.

Pulang Kampung, Bikin Perusahaan, dan Gagal Berkali-kali

Setelah merasa mencapai financial freedom, ia pun pulang dan membuat perusahaan sendiri. Pada 2007, Huang buka perusahaan pertama bernama Ouku, sebuah e-commerce yang menjual barang elektronik dan peralatan rumah tangga.

Tapi enggak berhasil. Ouku pun dijual pada 2010.

Setelah itu ia mendirikan Leqi, yang memasarkan produk perusahaan asing ke e-commerce. Bersamaan dengan itu, ia juga bikin perusahaan developer game Xinyoudi Studio pada 2011.

Sayang, pada 2013 Huang jatuh sakit infeksi telinga. Ia harus gantung bisnisnya dan fokus pada kesehatannya.

Lompatan Prestasi

Barulah pada 2015, Huang bersemi kembali. Ia mendirikan Pinduoduo setelah mempelajari strategi Alibaba dan Tencent yang melakukan gamifikasi belanja online.

Tak disangka, Pinduoduo makin cerah setelah pada 1 September 2015 berhasil meraup dana US8 juta dari konsorsium yang dipimpin Banyan Capital Partners. Laju Pinduoduo pun kian kencang.

Huang lantas kembali ke AS, tapi bukan untuk magang atau kuliah lagi, melainkan membawa perusahaannya melantai di bursa Paman Sam. Canggih banget, kan?

Pinduoduo IPO di Nasdaq AS dengan harga penawaran US$19 per lembar pada 27 Juli 2018. Sekarang, perusahaan tersebut telah membawanya jadi orang terkaya kedua di China, menggeser Jack Ma.

Orang-orang pun mulai membicarakannya. Sebab Pinduoduo bisa sukses karena mengisi ruang kosong yang justru ditinggalkan Alibaba dan JD.com, yakni pasar ritel menengah ke bawah. Saat pandemi seperti sekarang, orang memang mencari yang murah dan Pinduoduo adalah solusinya.

Malah Mengundurkan Diri

Tapi bukan Huang namanya kalau tidak membuat sensasi. Saat nama Pinduoduo semakin mendunia; saat ia resmi menyalip Jack Ma per 21 Juni 2020 dengan kekayaan US$45,4 miliar sedangkan Jack Ma US43,9 miliar; ia justru mundur dari posisi CEO Pinduoduo pada 1 Juli kemarin.

Ada apa? Ini yang masih misteri.

Walaupun Huang masih mempertahankan posisi ketua Dewan Direksi Pinduoduo, banyak orang mempertanyakan keputusannya itu. Ia begitu cepat mencapai kekayaan, dan orang pun bertanya terlalu cepatkah ia memimpin Pinduoduo?

Tapi ya itulah keputusannya. Dilansir Forbes, ia cuma bilang: “Saya berharap melalui perubahan manajemen, kami bisa menyerahkan tugas ke kolega yang lebih muda, memberi ruang dan peluang bagi tim untuk tumbuh dan mendorong Pinduoduo menjadi perusahaan yang berkelanjutan.”

Wah, inspiratif sekali ya. Kira-kira bagaimana kalau kamu jadi seperti Huang? Sebab dalam waktu 5 tahun saja, ia sudah menyalip Jack Ma dan jadi orang terkaya kedua, lho.

“Kamu harus berpikir bagaimana menjadi orang kaya sebelum benar-benar jadi orang kaya,” katanya.

Financial Freedom

Tapi membayangkan jadi orang terkaya kedua di China tentu kejauhan ya. Satu hal yang bisa kita tiru dari Huang adalah kerja kerasnya dan kepintarannya mengelola uang. Masih ingat tadi disebutkan bahwa ia sudah mencapai financial freedom sebelum pulang ke China?

Kerja di Google rupanya tak membuatnya berfoya-foya. Uangnya ia simpan dan investasikan untuk sewaktu-waktu ia gunakan. Benar saja, sepulang dari AS, ia menggunakan uangnya untuk membuka usaha. Saat usahanya gagal, ia jual asetnya dan kembali menggunakan uang tersebut untuk buka bisnis lain.

Singkat kata, kisah Huang ini sebenarnya jadi bukti bahwa pengelolaan uang yang baik bisa jadi kunci keberhasilan seseorang. Dari uang hasil kerja kerasnya, Huang pun menghasilkan ide cemerlang untuk berbisnis.

Yuk belajar kelola uang dan investasi. Manfaatkan kemudahan berinvestasi dengan aplikasi WELMA. Di sini kamu juga bisa dapat beragam solusi dan informasi terkait pengelolaan dana.

Asyik, kan? Unduh langsung WELMA di Google Play dan App Store. Mumpung lagi ada cashback juga.

Klik di sini untuk kenalan sama WELMA.