Mau Jadi Sociopreneur seperti Angkie Yudista, Ikuti Tips Ini

Angkie Yudista
Angkie Yudista

Jika kamu punya kepekaan sosial tinggi sekaligus ingin mengembangkan bisnis, menjadi sosiopreneur mungkin jalur karier yang tepat bagi kamu. Dengan menjadi sociopreneur, kamu bisa berbisnis dan tetap menjalankan misi sosial secara bersamaan.

Angkie Yudista, contohnya. Ia seorang sociopreneur milenial yang berhasil menjadi jajaran Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Angkie bahkan diberi tugas khusus oleh Presiden di bidang sosial karena keberhasilannya sebagai sociopreneur.

Ya, Angkie memang sukses sebagai sociopreneur. Melalui perusahaannya, Thisable Enterprise, Angkie turut mengembangkan SDM difabel agar bisa bersaing di dunia kerja. Angkie yang juga seorang difabel pendengaran ingin difabel tidak lagi menjadi minoritas dan mampu bersaing di bursa kerja.

Lewat kerja kerasnya, Thisable Enterprise berhasil menyalurkan difabel untuk bekerja. Sejak 2017, Thisable bekerja sama dengan Gojek. Dengan kerja sama ini, difabel yang telah dilatih di Thisable bisa bekerja di Gojek.

Sangat inspiratif kan? Kamu juga bisa seperti Angki, berbisnis sembari menjalankan misi sosial. Ada 7 tips yang bisa kamu lakukan agar bisa menjadi sociopreneur. Apa saja, yuk simak.

Temukan Kegelisahanmu

Kegelisahan terhadap masalah sekitar bisa menjadi kunci untuk memulai karier sebagai sociopreneur. Kamu bisa menanyakan pada dirimu, apa yang selama ini kamu gelisahkan dan membuatmu geram terhadap kondisi di sekitarmu.

Biasanya, jika kamu menemukan masalah sosial yang membuatmu geram, orang lain pun akan merasakan hal sama. Setelah menemukan, kamu bisa mulai bergerak.

Bangun Komunitas Dulu, Bisnis Nomor Dua

Temukan orang-orang yang sama-sama peduli terhadap masalah yang kamu gelisahkan. Kamu bisa bergabung dengan mereka dan membangun komunitas bersama.

Komunitasmu bisa menjadi orang pertama yang akan mengetes produk bisnis sosial yang kamu tawarkan. Mereka juga bisa menjadi penyemangat, pengkritik, konsumen pertama, bahkan menjadi penghubung agar bisnis sosialmu berkembang.

Bangun Cerita Menarik

Ceritamu akan menjadi brand dari bisnis sosialmu. Ceritamu bisa menjadi alasan konsumen memilih produk yang kamu tawarkan. Ceritamu juga bisa menarik para jurnalis untuk menulis tentang bisnis sosialmu.

Cerita yang menarik akan merekatkan komunitas yang sudah kamu bangun. Selalu bagikan cerita apa yang sedang kamu buat dan mengapa kamu membuatnya. Buat orang-orang turut merasakan apa yang sedang kamu buat.

Sering Memperkenalkan Produk

Banyak orang berpikir lebih baik menyimpan ide dan prototipe produk agar tidak ditiru orang. Justru pemikiran itu salah. Produk yang bagus tidak dibuat dalam ruang tertutup. Bahkan, kamu bisa memperkenalkan sebelum kamu mulai membuat produk. Memperkenalkan potensi dari produk kamu, misalnya. Perkenalkan, pelajari, tingkatkan, perkenalkan lagi terus-menerus agar produk bisnis sosialmu sempurna.

Bekerja untuk Meraih Tujuan

Memecahkan masalah secara berkelanjutan tentu butuh waktu panjang. Begitupun dengan bisnis sosial yang sedang kamu bangun. Bisa saja waktu yang dibutuhkan 5 tahun, bahkan 10 tahun sebelum kamu meraih kesuksesan sebagai sosiopreneur.

Kamu harus telaten dan pantang menyerah membangun bisnis sosial. Semangat dan visi yang sama juga harus dibagikan ke timmu agar bisa bekerja satu visi dalam meraih tujuan.

Jaga Dirimu Baik-Baik

Memulai sesuatu pasti berat. Apalagi, memulai bisnis sosial yang sangat kamu cita-citakan. Akan banyak tekanan bermunculan. Bisa dari diri kamu sendiri, keluarga, orang lain, tekanan keuangan, stagnasi, ketidakpastian, dan keraguan.

Jika tekanan-tekanan itu muncul, kuatkan dirimu dengan mengingat niat awal saat kamu ingin membangun bisnis sosial dan mengapa kamu ingin membangunnya. Kamu bisa terbuka dengan keluarga dan teman terdekat saat mulai merasa tertekan. Dukungan orang terdekat akan menguatkanmu dalam membangun bisnis sosial.

Kamu bisa juga merayakan pencapaian kecil bersama mereka. Tetap percaya, momentum pencapaian kecil bisa menuntun ke arah pencapaian besar.

Bangga terhadap Diri Sendiri

Untuk memperbaiki dunia agar menjadi tempat yang lebih baik, butuh proses yang panjang. Perjalanannya pun tidak mudah. Akan banyak tantangan dalam proses tersebut.

Meski berat, kamu harus tetap bangga terhadap diri sendiri. Sebab, kamu turut membantu memecahkan masalah sosial dengan bisnis sosial yang kamu kembangkan. Menjadi sociopreneur merupakan usaha mulia.