Mencontek Semangat Berbisnis Eka Tjipta Widjaja, Pemilik Sinarmas Grup

Perkembangan Properti
Perkembangan Properti

Sabtu (26/1) kemarin, pendiri Sinarmas Eka Tjipta Widjaja meninggal. Nama Eka Tjipta sebagai pengusaha papan atas Tanah Air sudah malang melintang. Bloomberg dalam Bloomberg Billionaires Index mencatat kekayaan Eka Tjipta berada di urutan ke-148 dunia mencapai US$9,30 miliar atau setidaknya Rp200 triliun. Kekayaannya membawanya berada pada posisi kedua orang terkaya di Indonesia di bawah keluarga Hartono pemilik Grup Djarum.

Di Indonesia, gurita bisnis Sinarmas telah masuk ke dalam berbagai sektor kehidupan seperti kelapa sawit, telekomunikasi, properti, kertas, dan lainnya.

Sepak terjang Eka Tjipta sebagai pendiri Sinarmas

Dikutip dari berbagai sumber, Eka Tjipta lahir di Makassar pada 3 Oktober 1921. Pendidikan Eka tidak tinggi. Dia bahkan tidak tamat SD. Di usianya yang masih belasan tahun, Eka memulai bisnisnya dengan menjajakan biskuit dan kembang gula mengelilingi kota.

Pengalamannya mencoba berbagai bidang usaha mulai dari biskuit, kudapan, kedai makanan, hingga ekspor impor kopra turut mengasah nalurinya untuk menemukan bisnis baru yang menguntungkan.

Di tahun 1960-an, usahanya mulai serius. Eka mendirikan CV Sinarmas yang kemudian menjadi besar dan menggurita. Pada 1969, Eka Tjipta mendirikan pabrik CV Bintang Manado Oil Limited (Bimoli) yang tersohor dengan produk minyak goreng merek Bimoli. Bimoli kini berada di bawah payung SMAR dan induk usahanya yang tercatat di bursa efek Singapura, yakni Golden Agri Resources Ltd.

Eka Tjipta berhasil membangun sederet bisnis multisektor. Grup Sinarmas memiliki enam lini bisnis, yakni pulp dan kertas, agribisnis dan pangan, layanan keuangan, pengembang dan realestat, telekomunikasi, serta energi dan infrastruktur.

Dikutip Bisnis Indonesia, grup Sinarmas memiliki 11 entitas bisnis yang melantai di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), PT Puridelta Lestari Tbk. (DMAS), dan PT Duta Pertiwi Tbk. (DUTI) di sektor properti, PT Smart Tbk. (SMAR) di sektor agribisnis, serta PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) di sektor manufaktur pulp dan kertas.

Selain itu, Grup Sinar Mas juga merambah sektor telekomunikasi melalui PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN), dan sektor pertambangan melalui PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS). Adapun, sektor keuangan dijalankan oleh dua entitas usaha adalah PT Sinarmas Multiartha Tbk. (SMMA) dan PT Bank Sinarmas Tbk. (BSIM).