Meningkatnya Tren Berobat Virtual di Masa Pandemi

Ilustrasi telemedical
Ilustrasi telemedical

Pandemi COVID-19 rupanya benar-benar membawa begitu banyak perubahan. Salah satunya di bidang kesehatan.

Perilaku masyarakat terhadap bidang ini berubah cukup drastis. Malahan kalau kata Managing Partner Inventure, Yuswohady, perubahan yang disebabkan pandemi ini bisa bersifat irreversible alias tidak akan berputar kembali ke awal.

Blessing in disguise, krisis pandemi akan menjadi akselerator revolusi di dunia kesehatan yaitu telemedicine dan virtual health. Seperti halnya remote working dan online learning, konsumen dipaksa untuk mengadopsi gaya baru berobat yaitu secara virtual,“ demikian pandangannya dalam sebuah riset yang diberi judul Consumer Behavior New Normal After COVID-19.

Biar enggak terlalu berat, kita sederhanakan saja ya. Inti dari pandangan Yuswohady, gara-gara COVID-19, kita didorong untuk melakukan segala hal dari rumah. Akibatnya hampir semua layanan sekarang virtual atau online. Bahkan kesehatan pun sudah ikut-ikutan online, termasuk berobat.

Nah, sudah dengar kalau sekarang ada yang namanya layanan dokter online? Belakangan, layanan ini makin meroket di tengah pandemi. Popularitasnya di masyarakat juga cukup cepat karena menawarkan kepraktisan.

Cukup buka aplikasi dari smartphone, kamu sudah bisa langsung berkonsultasi dengan dokter. Bahkan, layanannya bisa diakses kapan saja karena tersedia 24 jam.

Tidak hanya bisa berkonsultasi dengan dokter, kita juga bisa mendapatkan hasil diagnosa serta resep obat yang dianjurkan oleh dokter tadi. Selanjutnya kita tinggal menebus resep tersebut secara online juga. Apalagi sekarang banyak bermunculan layanan apotek online resmi yang berkualitas dan terpercaya.

Salah satu layanan apotek online yang tengah naik daun adalah Farmaku.com. Di situs ini, kita bisa menebus resep dokter atau mencari obat sesuai dengan kebutuhanmu.

Malahan yang bikin Farmaku.com unggul dari apotek konvensional, kamu juga bisa membeli produk perawatan kulit, rambut, hingga produk perlengkapan bayi juga.

Berkembangnya startup yang berdiri sejak tahun 2017 ini turut membuktikan adanya perubahan perilaku konsumen akan kebutuhan kesehatan. Kemudahan dan kepraktisan mendapatkan obat tanpa keluar rumah jelas jadi solusi dalam situasi pandemi.

Tak heran kalau di tahun ini Farmaku makin mantap ingin merangkul lebih banyak apotek untuk bergabung ke dalam sistemnya. Apalagi kalau dilihat selama tiga tahun perjalanannya, pertumbuhan pengguna aktif ber bulannya sudah mencapai angka 160.000, dengan transaksi harian mencapai 500 transaksi.

Ya wajar sih. Selain memiliki fitur pengiriman instan, bundling produknya juga banyak yang menarik. Mereka juga kerap bekerja sama dan memberikan harga promo. Pas banget kan sama yang kita cari?

Klik di sini untuk intip promo dari Farmaku. Langsung saja pilih menu Health dan cek websitenya untuk mencoba pengalaman pertamamu.