Perjalanan Kobe dari Basket Hingga Masuk Jajaran 40 Pebisnis Terkaya AS

Kobe Bryant
Kobe Bryant

Tidak ada yang menyangka bila pertandingan Philadelphia 76ers vs LA Lakers menjadi gim terakhir yang ditonton legenda basket NBA, Kobe Bryant. Meski Lakers kalah, Black Mamba—julukan Kobe—tetap memberi selamat kepada tim yang pernah ia bela selama 20 tahun.

Khusus untuk LeBron James yang kini ber-jersey Lakers, Black Mamba memberi pesan melalui akun Twitter-nya. Kobe memberi selamat kepada King James—julukan LeBron James—karena sudah melampaui poin yang selama ini dipegangnya.

“Continuing to move the game forward @KingJames. Much respect my brother. #33644,” cuit Kobe Bryant lewat akun @koberbryant, Minggu, 26 Januari 2020.

Tak berselang lama, Kobe dan 9 penumpang lainnya, termasuk putrinya Gianna Maria Onore, mengalami kecelakaan. Helikopter yang ia tumpangi bersama putrinya jatuh di kawasan Cabalasas, California, Amerika. Tak ada penumpang yang selamat.

Kabar duka itu pun menyentak jagat basket dunia, khususnya NBA. Bagaimana tidak, pemilik nomor 8 dan 24 di Lakers ini baru saja memberikan selamat kepada King James. Baik legenda basket lain, pemain yang masih aktif, pelatih, pemilik klub, dan pecinta basket kaget dengan kabar kepergian Black Mamba.

Legenda basket, seperti Michael Jordan, Shaq O’neal, dan Karem Abdul-Jabbar, memberikan pesan menyentuh. Jordan sudah menganggap Kobe seperti adiknya sendiri. “Kata-kata takkan bisa menjabarkan kesedihan yang kurasakan,” kata Jordan.

Fans LA Lakers pun langsung mengunjungi Staples Centre saat itu untuk memberikan penghormatan kepada sang legenda. Mereka membawa karangan bunga, foto Kobe, jersey, dan menyalakan lilin untuk Black Mamba.

Klub Dallas Mavericks yang tak pernah dibela Black Mamba turut memensiunkan nomor 24. Ini demi menghormati sang legenda yang punya sumbangan besar terhadap basket Amerika.

Penyelenggaraan Grammy Award pun memberikan penghormatan saat pembukaan acara. Semua ini berkat sosok dan prestasi Kobe.

Tak pernah ke lain hati

Semenjak lulus SMA, Kobe langsung memilih Lakers sebagai tim yang ia bela. Pemain kelahiran 28 Agustus 1978 bertahan di Lakers hingga pensiun. Ia sukses membawa Lakers juara NBA sebanyak 5 kali.

Selama 20 musim, Kobe berhasil masuk tim All-Star sebanyak 18 kali. Ia menyabet sekali MVP NBA, dua kali MVP di partai puncak, dan 15 kali masuk tim terbaik NBA. Ia masuk lima besar top skor sepanjang masa di NBA dengan 33.643 poin. Unggul dari Michael Jordan di posisi kelima dengan 32.292 poin.

Poinnya itu baru dipecahkan oleh James di pertandingan terakhir yang ia tonton, dengan raihan 33.655. Sementara, top skor sepanjang masa dipegang oleh Kareem Abdul-Jabbar dengan 38.387 poin dan nomor dua oleh Karl Malone dengan 36.928 poin.

Dengan prestasi ini, tak heran bila LA Lakers mengabadikan nomor 8 dan 24—nomor yang pernah dikenakan Kobe sepanjang karier basket di Lakers.

Dari atlet terkaya menjadi pebisnis

Saat menjalani musim terakhir bersama Lakers pada 2016, Kobe mendapatkan bayaran US$25 juta atau setara Rp350 miliar dalam setahun. Sepanjang kariernya, Black Mamba juga mendapatkan cuan US$280 juta atau setara Rp4 triliun dari sponsor.

Kobe diperkirakan memiliki kekayaan sebesar US$770 juta. Bila dirupiahkan mencapai Rp10 triliun. Dengan kekayaan ini, ia termasuk dalam jajaran atlet terkaya di dunia.

Sebelum pensiun, Kobe mendirikan perusahaan modal ventura bernama Bryant Stibel pada 2013. Bersama pendiri Web.coom, Jeff Stibel, perusahaan modal venturanya itu mengincar perusahaan-perusahaan media, teknologi, dan data untuk diberikan modal tambahan.

Perusahaan tersebut sukses membenamkan investasi di perusahaan teknologi besar, seperti Dell dan Alibaba. Semangat bisnis Kobe tak berhenti di satu perusahaan saja. Ia juga mendirikan Granity Studio, perusahaan media yang khusus menceritakan secara kreatif soal olahraga pada 2016.

Kesuksesan di entrepreneurship ini membawa nama Kobe masuk dalam 40 besar pebisnis terkaya AS di bawah umur 40 tahun pada 2016. Saat itu, Kobe berada di urutan ke-33, mengungguli aktris Jessica Alba, petinju Floyd Mayweather, penyanyi Beyoncé Knowles, dan pebasket LeBron James.

Tidak berhenti sampai di situ, ia turut andil dalam mendirikan Liga Bola Basket Anak Muda yang disebut Liga Mamba pada 2017. Ia juga mendirikan Akademi Olahraga Mamba untuk memberikan pelatihan olahraga.

Saat kecelakaan helikopter terjadi, sebenarnya ia sedang menuju ke lokasi Mamba Sports Academy miliknya untuk menonton pertandingan. Nasib berkata lain. Kobe, putrinya yang juga atlet junior basket putri, dan penumpang lain meninggal dunia.