Profesor Uut, Mantri Nyamuk yang Masuk 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia

Profesor Adi Utarini alias Profesor Uut, satu dari 100 Orang Paling Berpengaruh 2021 versi Time. (Foto: Time)
Profesor Adi Utarini alias Profesor Uut, satu dari 100 Orang Paling Berpengaruh 2021 versi Time. (Foto: Time)

Daftar terbaru 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia sudah dirilis Time. Yang menarik, ada satu sosok perempuan yang berhasil masuk di jajaran tersebut, yakni Profesor Adi Utarini. Siapakah dia?

Profesor Adi Utarini alias Profesor Uut adalah Peneliti dan Guru Besar Kesehatan Masyarakat di Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan UGM. Sosok ilmuwan ini mendapat pengakuan dari dunia atas kontribusinya menangani penyakit Demam Berdarah.

Untuk mengenal lebih jauh dengan Profesor Uut, kita simak satu per satu yuk.

1. Mantri Nyamuk

Nyamuk Aedes aegypti (Sumber: Shutterstock)
Nyamuk Aedes aegypti (Sumber: Shutterstock)

Profesor Uut mendapat julukan mantri nyamuk oleh media-media nasional. Ia memberantas nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah, dengan tidak membunuhnya. Tapi dengan memasukkan bakteri Wolbachia ke nyamuk tersebut.

Hasilnya, nyamuk Aedes aegypti kehilangan kemampuannya menyebabkan penyakit demam berdarah. Keren!

2. Kiprahnya Ditulis Melinda Gates

Kontribusi Profesor Uut yang juga menjadi pemimpin penelitian World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta diangkat dalam sebuah tulisan yang dibuat Melinda Gates, mantan istri Bill Gates. Cuplikannya bahkan dimuat di media sosial pribadinya.

3. Pengabdian Lama untuk Penelitian

Foto/DOk/UGM
Foto/DOk/UGM

Profesor Uut memulai penelitian ini sejak 2011. Ia menyebarkan telur nyamuk Aedes aegypti yang sudah dimasukkan bakteri Wolbachia pada 2016-2020 di Yogyakarta. Hasilnya, 77% dapat menurunkan kasus demam berdarah di Yogyakarta.

Tahun ini, penelitiannya berlanjut ke Sleman dan tahun depan akan mulai diterapkan di Bantul.

4. Sebelumnya Juga Pernah Diakui Dunia

Tidak cuma sekarang Profesor Uut mendapat pengakuan dari dunia. Dilansir dari laman resmi UGM, Profesor Uut tahun lalu juga masuk daftar Ten People Who Helped Shape Science in 2020 menurut salah satu jurnal ilmiah bergengsi, Nature.

5. Penyintas COVID-19

Sumber: Kagama
Sumber: Kagama

Dalam perjalanan penelitian, Profesor Uut sempat positif COVID-19 pada 2020. Ia harus dirawat selama 19 hari di rumah sakit.

Namun suaminya, Profesor Iwan Dwiprahasto, yang juga terpapar COVID-19, meninggal dunia. Sama seperti Uut, Profesor Iwan yang merupakan Guru Besar UGM juga banyak menelurkan prestasi akademik.

Itulah tadi 5 fakta peneliti kebanggaan Indonesia, Profesor Uut. Keren kan, Indonesia ternyata punya sosok jenius seperti dirinya?

Prospek Karier Peneliti

Buat kamu yang terinspirasi dan ingin menjadi seorang peneliti, prospek karier di bidang ini bisa dikatakan bagus lho. Pasalnya jenjangnya juga cukup banyak.

Dilansir Jobskarir, prospek karier peneliti berdasarkan jenjangnya di Indonesia meliputi asisten peneliti muda, asisten peneliti madya, ajun peneliti muda, ajun peneliti madya, peneliti muda, peneliti madya, ahli peneliti muda, ahli peneliti madya, hingga peneliti utama.

Semakin tinggi jabatannya, maka semakin besar gajinya. Peneliti di LIPI, misalnya, gajinya dimulai dari Rp5 juta hingga Rp30 jutaan. Tentu jika kamu bekerja di R&D di perusahaan internasional, gajinya akan jauh lebih tinggi, bahkan hingga ratusan juta.

Tertarik berkarier jadi peneliti?

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.