Rasa Tertarik Saja Tak Cukup Menjadi Modal untuk Sukses Berbisnis (1)

Audilya, Pendiri Tea et Al
Audilya, Pendiri Tea et Al

Untuk dapat bergerak maju, seseorang harus memiliki ketertarikan terlebih dahulu pada bidang tertentu. Namun, rasa tertarik semata tak akan membuatmu serta merta sukses dalam menjalankan bisnis di bidang yang ingin kamu geluti. Banyak faktor lain yang memengaruhi.

Setidaknya, Audilya Gunarto telah menyadari hal tersebut. “Saya sadar sepenuhnya bahwa untuk membangun dan mengembangkan bisnis, ketertarikan saja tidak cukup. Saya harus membekali diri dengan pengetahuan, keterampilan dan bekerja keras,” kata pemilik kedai Tea et Al itu.

Audilya sendiri besar di lingkungan yang sangat kental akan teh. Orangtuanya memang memiliki lahan dan pabrik teh di Sukabumi, Jawa Barat, dengan bendera PT Tri Bintang Inter Global.

Di bisnis keluarga ini, Audilya mengaku bahwa perusahaan keluarga itu merupakan pemasok produsen teh besar di Indonesia. Beberapa produsen teh tersebut adalah Sosro, Tong Tji hingga Sariwangi.

Jadi, rasa tertarik pada teh memang sudah terbentuk dalam diri Audilya sejak ia kecil. Beranjak dewasa, Audilya pun mengambil studi jurusan Teknik Kimia di University of Washington hingga mendapat gelar Sarjana pada 2010.

Pada dua tahun kemudian, ia pun melanjutkan studi dan mendapat gelar Master Bisnis dan Keuangan dari Loyola Marymount University di Los Angeles. Di usia dewasa itu, Audilya tak lupa pada ketertarikannya dengan teh.

Ia pun akhirnya mengambil Certified Tea Master dan Certified Tea Blender. Melalui dua sertifikat tersebut, Audilya pun bisa dikatakan telah menjadi pakar teh. Ia mampu membedakan, meracik hingga memadukan berbagai jenis teh dari seluruh dunia.

"Karena komposisi, resep dan cara penyajian masing-masing jenis teh dapat menciptakan rasa dan sensasi yang berbeda-beda," katanya ketika berbincang dengan Smart-Money di Tea et Al Pacific Place, Jakatar (26/9).

Pada 2014, Audilya akhirnya memutuskan untuk mendirikan kedai teh Tea et Al dengan modal ketertarikan, pengetahuan dan semangat membangun bisnis yang ia sukai. Di awal membuka kedai teh, Plaza Indonesia di Jakarta Pusat dan Pasific Place di Jakarta Selatan menjadi lokasi yang ia pilih.

Kemudian, pada 2016, Audilya memutuskan untuk memperbesar skala bisnis kedai tehnya dengan membuka restoran teh di Galeries Lafayette Pacific Place, Plaza Senayan dan Lippo Mall Puri dengan bendera Tea et Al- Leaf Connoisseur.

Restoran ini, kata Audilya, menawarkan pengalaman menikmati teh yang berbeda dan membidik kalangan menengah atas. Ini tentu berbeda dengan Tea et Al yang memiliki nilai tambah untuk memberikan pengetahuan tentang berbagai jenis teh yang ada di Indonesia maupun dunia.

Berlanjut ke bagian kedua.