Resep Rahasia Eka Tjipta Mengembangkan Bisnis

business growth
business growth

Seorang pengusaha sukses adalah dia yang tak pernah berhenti berinovasi dan berkreasi. Dia juga tidak mudah menyerah dan tidak mudah puas dengan segala pencapaian. Baginya, selalu ada puncak tangga yang lebih tinggi untuk digapai.

Sifat tersebut ada pada pendiri Sinarmas Eka Tjipta Widjaja yang baru meninggal Sabtu (26/1) lalu. Sifat kerja keras dan pantang menyerah ini yang membuat bisnisnya berkembang hingga berbagai sektor.

Dikutip Bisnis Indonesia, bisnis Sinarmas dimulai ketika Eka Tjipta membuat CV Sinarmas dan mendirikan pabrik CV Bintang Manado Oil Limited (Bimoli) pada 1969. Setelah itu, Eka Tjipta masuk ke bisnis pulp dan kertas.

Dikutip dari keterangan resmi Sinar Mas, lini bisnis pulp dan kertas bermula di tahun 1972 saat Eka mendirikan PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) yang memproduksi soda api. Pabrik tersebut didirikan setelah dia menjalankan bisnis selama 34 tahun.

Pabrik tersebut kemudian berkembang dan memproduksi jenis produk lain dan menjadi pabrik kertas pertama Sinar Mas. Pabrik ini terus berkembang dengan memproduksi beragam produk seperti pulp, kertas, kemasan, dan tisu. Asia Pulp and Paper (APP) yang membawahi PT Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) dan TKIM tercatat sebagai produsen pulp dan kertas terbesar kedua di dunia dengan kapasitas produksi 12 juta ton per tahun.

Di tahun 1986, Sinarmas membentuk Sinarmas Forestry yang membuat korporasi memiliki hutan sendiri. Pada tahun itu pun penanaman pertama dan pengelolaan hutan dilakukan.

Di tahun 1989, Sinarmas masuk ke bisnis properti dengan merintis kota baru di kawasan Serpong yang dikembangkan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Gurita properti Eka Tjipta kini memiliki aset yang tersebar di Singapura, Malaysia, hingga Tiongkok melalui Sinar Mas Land Ltd. Saat ini, PT. Duti Indah Pertiwi Tbk (DUTI) dan BSDE yang berkembang di bawah naungan Sinar Mas Land mengembangkan 40 mega proyek di seluruh Indonesia.

Di sektor energi, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi sayap bisnis Sinar Mas dalam menggarap ceruk bisnis pertambangan batu bara. Keduanya siap menjajal proyek-proyek baru sekaligus meningkatkan produksi batu bara.

Di bisnis keuangan, grup Sinar Mas merambah perbankan pada 2005 dengan mengakuisisi 21% PT Bank Shinta Indonesia melalui salah satu anak usahanya, PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Bank tersebut resmi berganti menjadi PT Bank Sinarmas pada 2006.

Apa salah satu resep bisnis dan suksesnya?

Dikutip Bisnis Indonesia, hal-hal pahit yang dialaminya pada masa muda mengajarkannya untuk menghargai nilai uang, dan hemat pada setiap rupiah yang dikeluarkan. Salah satu prinsip yang dilakoninya dalam membesarkan bisnis adalah belajar mengendalikan uang. Jangan sampai membelanjakan uang melebihi dari keuntungan yang didapatkan. Resep yang patut kita tiru bukan?