Tak Perlu Penasaran Lagi, Ini Bisnis Keluarga Terkaya di Dunia (2)

Keluarga Kaya Dunia
Keluarga Kaya Dunia

Carlos Slim Helu & Family

Helu adalah keluarga terkaya di Meksiko. Kekayaan mereka berasal dari perusahaan berbasis telekomunikasi, Telmex. Bisnis ini membuat keluarga ini mendapat kekayaan mencapai US$67 miliar atau Rp1.005 triliun.

Saat ini, keluarga Slim Helu juga sedang investasi untuk membangun bandara internasional di Mexico City.

Karl & Theo Albrecht Jr. & Beate Heister (Aldi)

Aldi adalah 'Walmart' Jerman. Setelah Perang Dunia II berakhir, Theo Albrecht melakukan transformasi bisnis besar-besaran dengan membangun lebih dari 10 ribu supermarket di Jerman.

Merek tersebut kini sudah merambah Australia, Amerika Serikat dan Inggris. Ketika Karl, sang pendiri, meninggal pada 2014 lalu, dia sudah menjadi orang terkaya di Jerman.

The Dumas Family (Hermes)

Merek Hermes tentu sudah tidak asing untuk kamu, bukan? Produk Hermes yang terkenal adalah produk scarf, dasi dan parfum. Produk tas tangan Kelly dan Birkin juga terkenal.

Dari bisnis yang lebih menonjolkan kelas aristokrat ini, keluarga Dumas mendapat kekayaan hingga US$49,2 miliar atau sekitar Rp738 triliun. Sekarang, Hermes dipimpin oleh Alex Dumas sebagai chairman dan Pierre-Alexis Dumas sebagai direktur artistik.

The Kamprad Family (IKEA)

Menyukai produk-produk IKEA? Keluarga Kamprad dari Swedia menjadi yang terkaya di Swedia tahun ini. Dari IKEA, keluarga ini mendapat kekayaan sampai US$48,9 miliar atau Rp733 triliun.

IKEA sendiri berarti produk minimalis, tidak mahal dan sederhana. Konsumen bisa merakit dan memasang sendiri produk IKEA di rumah.

The Wetheimer Family (Chanel)

Bisnis barang-barang bermerek sepertinya mendatangkan banyak keuntungan. Keluarga yang menjalankan merek Chanel dari Prancis ini memiliki kekayaan US$45,6 miliar atau Rp684 triliun.

Salah satu perancang besar yang terkenal dari Chanel adalah Karl Lagerfild. Kini, Chanel dipimpin oleh kakak beradik Alan and Gerhard Wertheimer.

Susanne Klatten & Stefan Quandt (BMW)

Pabrikan otomatif asal Jerman ini menjadi salah satu mobil paling mewah yang menggambarkan kualitas, elegan dan keunikan. Salah satu produknya mewahnya adalah Rolls Royce dan Mini.

Dari bisnis ini, keluarga ini mendapat kekayaan mencapai US$46,2 miliar atau Rp693 triliun. Herbert Quandt dan anak perempuannya memiliki saham sekitar 45% di BMW. Sedangkan Stefan Quandt menguasai 26% saham. Kepemilikan saham itu membuat BMW makin kuat.