Tips Sukses Berkarier ala Sri Mulyani

Sri Mulyani saat kunjungan kerja
Sri Mulyani saat kunjungan kerja

Sri Mulyani Indrawati adalah sosok yang bisa dijadikan panutan oleh generasi milenial sebagai titik sukses wanita dalam berkarier.

Ia memulai karier sebagai pengamat ekonomi dan Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Direktur Pelaksana Bank Dunia pada 1 Juni 2010, dan kini mengemban jabatan sebagai Menteri Keuangan pada Era Pemerintahan Jokowi.

Tak hanya karier yang cemerlang, Sri Mulyani juga sempat menyabet sejumlah penghargaan sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi Majalah Forbes 2008, Menteri Keuangan (Menkeu) terbaik Asia 2006 oleh Emerging Markets di sela-sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura pada 2006, dan wanita paling berpengaruh kedua di Indonesia versi Majalah Globe Asia pada 2007.

Dengan pengalaman dan rekam jejak gemilang yang dimiliki, Sri Mulyani diundang menjadi salah satu pembicara dalam acara The US-Indonesia Women’s CEO Summit, di Washington DC pada tahun 2017 silam. Ia membagikan tips untuk menjadi wanita sukses dalam berkarier maupun berkeluarga seperti yang dikutip dari kemenkeu.go.id.

Pilih tokoh panutan yang baik

Sri Mulyani memiliki tokoh panutan yang baik pada sosok ibunya. Ia mengakui ibunya menjadi contoh sukses dalam meraih pendidikan tinggi hingga mendapatkan gelar Ph.D. dan mampu berkarier di dunia pendidikan, serta menanggung 10 anak.

“Ibu saya adalah seorang profesor, seorang Ph.D. yang memiliki 10 anak. Ia terus mengejar pendidikannya yang tinggi meskipun harus membesarkan 10 anak yang enam di antaranya adalah wanita. Jadi, sangat mungkin untuk berkeluarga sekaligus meraih pendidikan tinggi dan berkarier,” tuturnya.

Mendapat dukungan keluarga

Faktor kedua menjadi titik sukses Sri Mulyani dalam merintis karier adalah dukungan penuh dari keluarga. Ia mengaku bahwa sosok suami menjadi pendorong dirinya untuk terus meningkatkan karier lebih baik dari sebelumnya.

“Biasanya ayah atau suami tidak mengizinkan wanita memiliki karier di luar rumah. Bukan berarti wanita yang tinggal di rumah dan mendedikasikan waktunya untuk keluarga, tidak bagus, tapi dengan memiliki keluarga yang mendukung untuk wanita berkarier, itu akan sangat lebih baik,” lanjutnya.

Motivasi dan aktualisasi diri

Kunci sukses berikutnya adalah selalu mengembangkan aktualisasi diri yang menyehatkan jiwa dan mengembangkan kesejahteraan orang lain. Hal tersebut menjadi motivasi tambahan ketika Sri Mulyani meninggalkan keluarga terutama anak untuk bekerja mengejar karier yang lebih tinggi.

“Perasaan bersalah para wanita meninggalkan anak untuk bekerja. Jadi harus ada kompensasi perasaan bersalah dengan cara yang lebih konstruktif sehingga bisa menjelaskan alasan meninggalkan mereka di rumah untuk mengejar karier yang lebih tinggi. Motivasi untuk menjaga kesehatan jiwa dengan aktualisasi diri dan memajukan kehidupan lebih banyak orang adalah alasan saya,” ungkapnya.

Berdayakan orang lain

Ketika ingin menjejaki jenjang jabatan lebih tinggi, Sri Mulyani mampu memberdayakan orang lain untuk saling menguatkan dan tidak saling menjatuhkan dalam membangun karier.

“Berdayakan orang lain (empower and encourage) di manapun posisi Anda dalam manajemen. Saling menguatkan orang lain, jangan saling menjatuhkan dalam membangun karier,” tutupnya.