Cegah Stres di Tempat Kerja, Hindari Terlalu Sering Berburuk Sangka

Stres.
Stres.

Merenung itu sebenarnya perlu, sebagai refleksi diri. Apalagi jika kita sedang tertimpa masalah di tempat kerja. Namun, tak semua renungan yang muncul dapat menjadi hal yang positif bagi karier kamu.

Dilansir dari Time, psikolog Martin Seligman menyatakan bahwa ada 3P yang kerap kita renungkan setelah melalui sebuah kejadian buruk di tempat kerja.

3P adalah Personalization (berpikir bahwa masalah yang muncul adalah kesalahan kamu), Pervasiveness (berpikir bahwa sebuah kesalahan, kecil atau besar, akan menghancurkan setiap aspek hidupmu), dan Permanence (berpikir bahwa kamu akan merasa buruk, selamanya dan takkan improve).

3P ini harus kita hindari agar tidak terus menerus mengalami stres di tempat kerja. Ini cara mengatasinya.

Cara mengatasi Personalization

Hindari berpikir kamu salah 100% dalam sebuah masalah. Cobalah melihat dari sisi lain yang lebih obyektif. Kadang, masalah yang datang berada di atas kuasamu. Menyalahkan diri sendiri sepenuhnya itu tak perlu.

Cara mengatasi Pervasiveness

Contoh kasus: misalnya kamu memanggil rekan kerja dengan nama yang salah. Setelah melakukan kesalahan seperti itu, jangan gelisah. Apalagi jika kesalahan itu kecil dan tak terlalu penting, sebab sebenarnya kecil sekali kesempatannya untuk menjadi bencana besar.

Cara mengatasi Permanence

Kata-kata seperti “selalu” dan “tidak pernah” biasanya merupakan indikasi bahwa self-reflection kamu sudah berubah menjadi self-destructive. Contoh kasus: atasanmu tak senang terhadap hasil kerjamu.

Hindari berpikir bahwa “saya tak akan pernah menjadi karyawan yang hebat”. Fokus saja pada kemampuanmu untuk melakukan sesuatu yang lebih baik seperti, “Ini bukan hasil kerja terbaik saya, tapi saya bisa mempelajari skill baru dan improve di kemudian hari.”