Dana Pendidikan, Lebih Baik Deposito atau Tabungan?

Dana Pendidikan, Lebih Baik Deposito atau Tabungan?
Dana Pendidikan, Lebih Baik Deposito atau Tabungan?

Biaya pendidikan tiap tahun terus mengalami kenaikan. Ada baiknya jika kamu mulai merencanakan tabungan pendidikan anak sedini mungkin. Ada dua cara yang bisa kamu pilih, antara tabungan konvensional dan deposito.

Lalu, mana dari produk perbankan ini yang lebih baik? Tingkat inflasi biaya pendidikan terus terjadi dan jenis investasi jangka panjang seperti deposito tenti dapat menawarkan keuntungan cukup besar dan ini menjadi penting karena adanya inflasi tersebut.

Untuk setoran awal deposito, nasabah biasanya dikenakan minimal Rp8 juta, seperti di Bank Central Asia Tbk. Bank ini menawarkan imbal hasil 7% jika kamu menahan uangmu selama setahun.

Alhasil, katakan inflasi yang terjadi 15%, maka simpanan deposito setidaknya bisa menutupi biaya tersebut, asalkan deposito sudah dilakukan setidaknya dua tahun sebelum digunakan.

Keuntungan lain deposito adalah, kamu tidak dikenakan pajak, sedangkan tabungan dikenakan pajak. Untuk keamanannya, deposito termasuk investasi dengan tingkat risiko rendah dan negara melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin pengembalian dana jika bank ternyata pailit.

Jadi pilihlah deposito dengan tenor yang sesuai dengan kebutuhanmu supaya kamu tak perlu mengambilnya sebelum masa jatuh tempo. Tabungan konvensional masuk investasi yang cukup populer.

Proses pembuatan mudah dan setoran bisa dilakukan kapan saja dan tanpa minimal setoran. Sayangnya, tabungan ini menawarkan suku bunga yang kecil pertahunnya, biasanya sekitar 3%.

Jika biaya pendidikan mengalami inflasi tahunan sebesar 5%, maka tabunganmu tidak akan pernah cukup untuk membayarnya. Terlebih lagi, tabungan masih kena potongan pajak sebesar 15%-20%.

Melalui pertimbangan tersebut, deposito tentu menjadi pilihan yang tepat.