Ketahui Hal Ini Sebelum Beli Apartemen Baru

Ketahui Hal Ini Sebelum Beli Apartemen Baru
Ketahui Hal Ini Sebelum Beli Apartemen Baru

Tak dipungkiri, apartemen kini makin popular di Jabodetabek. Di akhir 2014 saja, Cushman dan Wakefield menyebut ada pasokan apartemen sebanyak 138.574 unit, naik 16% dibanding 2013. Makin banyakaknya pasokan ini membuat kamu harus berhati-hati, teruma saat membeli apartemen di pasar primer.

Pertama, waspadai biayai pengalihan hak. Tiap pengembang punya kebijakan berbeda-beda, termasuk biaya pengalihan hak. Biaya ini kerap dibebankan pada pembeli yang melakukan over kredit dan biaya ini berpotensi menyedot capital gain yang harusnya kamu dapat.

Sebaiknya pertimbangkan kembali jika ingin membeli secara kredit, atau cari apartemen lain yang tidak memberlakukan aturan ini. Kedua, hati-hati pada pengembang yang gencar melakukan pemasaran namun belum menunjukkan aktivitas pembangunan.

Jika kamu menemukan pengembang semacam ini, mintalah ketegasan soal jadwal serah terima unit. Jika perlu minta komitmen secara tertulis. Jangan sampai jadwal serah terima ini mengawang. Ketiga, jangan percaya jika pemasar apartemen mengatakan bahwa unit apartemen sudah terjual 80% karena tak ada yang bisa membuktikan pernyataan ini.

Sebaiknya, beli apartemen yang secara kasat mata berpotensi untuk dihuni dan memiliki lingkungan yang sedang tumbuh. Untuk mengetahui bagaimana animo pasar, datanglah untuk melihat antrean konsumen di pameran atau lokasi pemasaran.

Keempat, cari tahu rekam jejak pengembang apartemen yang ingin kamu beli. Lihat apakah pengembang itu pernah bermasalah dengan perhimpunan penghuni atau tidak. Terakhir, periksa apakah di pasar sekunder masih ada unit untuk kawasan yang kamu ingin.

Pasokan di pasar sekunder kadang lebih menguntungkan, terutama dari sisi harga. Namun, kamu juga harus berhati-hati jika pasokan di pasar sekunder itu melimpah. Karena bisa jadi kawasan itu sebenarnya tidak bagus. Selamat mencoba.