10 Saham Top Losers IHSG Sepekan 3-7 November 2025

10 Saham Top Losers
10 Saham Top Losers

smart-money.co10 saham top losers IHSG sepekan 3-7 November 2025 catat penurunan tajam meski indeks naik 2,82% ke 8.394. Sebagai contoh, PT Multitrend Indo Tbk (BABY) anjlok 38,32% ke Rp330. Selain itu, PT First Media Tbk (KBLV) drop 26,42% ke Rp142. Dengan demikian, saham ini jadi beban indeks. Oleh karena itu, artikel ini sajikan daftar lengkap, alasan, dan analisis 2025.

Daftar 10 Saham Top Losers Sepekan

Berdasarkan data BEI dan RTI (3-7 November 2025), berikut 10 saham top losers:

NoKodeNama SahamPenurunan (%)Harga Akhir (Rp)Harga Awal (Rp)
1BABYMultitrend Indo-38,32330535
2KBLVFirst Media-26,42142193
3CSMCipta Selera Murni-29,92424605
4TOSKTopindo Solusi Komunika-23,7677101
5GTRAGrahaprima Suksesmandiri-23,64252330
6SKLTSekar Laut-24,61193256
7LPPSLenox Pasifik Investama-22,347394
8NOBUBank Nationalnobu-25,00600800
9CLPIColorpak Indonesia-17,471.1101.345
10BNLIBank Permata-16,872.7103.260

Sebagai contoh, BABY dan KBLV pimpin penurunan karena profit taking sektor retail dan media. Dengan demikian, volume tinggi tapi harga jeblok. Oleh karena itu, investor hati-hati. Akibatnya, IHSG tetap hijau.

Alasan Penurunan Saham Top Losers

Penurunan dipicu profit taking setelah reli, sentimen global, dan laporan keuangan Q3 lemah. Sebagai contoh, BABY (retail) tertekan kompetisi e-commerce. Selain itu, KBLV (media) hadapi iklan digital shift. Dengan demikian, saham kecil volatil. Oleh karena itu, asing net sell Rp107 miliar kemarin. Akibatnya, tekanan jual naik.

Dampak pada IHSG dan Prediksi 2025

IHSG naik 2,82% sepekan meski top losers beban. Sebagai contoh, sektor teknologi +3,31%, barang baku +2,51%. Selain itu, volume Rp18,51 T, frekuensi 1,4 juta. Dengan demikian, inflow domestik kuat. Oleh karena itu, prediksi IHSG 8.500 akhir 2025. Akibatnya, rebound potensial.

10 saham top losers IHSG sepekan 3-7 November 2025: BABY -38,32%, KBLV -26,42%. Oleh karena itu, buy on weakness. Sebagai contoh, BABY Rp330. Selain itu, KBLV Rp142. Dengan demikian, volatil. Akibatnya, cuan jangka panjang!